1. SHOGI
Shogi atau catur Jepang adalah permainan papan dari Jepang yang dimainkan oleh dua orang di atas papan 9 lajur dan 9 baris yang berwarna sama. Permainan ini diperkirakan berasal dari permainan India kuno yang disebut chaturanga, dan termasuk dalam permainan papan berstrategi yang sekelompok dengan catur, janggi dari Korea, dan xiangqi dari Cina.Ciri khas shogi yang sangat membedakannya dari catur adalah sistem memainkan kembali buah lawan yang sudah ditangkap. Walaupun sudah naik pangkat, buah yang tertangkap akan kembali ke pangkat semula. Buah lawan yang tertangkap menjadi milik pihak yang menangkap, dan dapat diletakkan kembali di atas papan untuk memerangi mantan majikan.
2. DARUMANASAN GA KORANDA
Darumasan ga koronda adalah permainan rakyat Jepang yang dimainkan oleh tiga orang pemain atau lebih. Penjaga pos yang disebut Oni) berusaha menangkap semua pemain yang tidak dalam keadaan diam ketika kalimat Daruma-san ga koronda ("Boneka Daruma jatuh") selesai diucapkan. Peserta berusaha mendekati penjaga pos ketika kalimat Daruma-san ga koronda sedang diucapkan. Semua pemain lari bila punggung penjaga pos berhasil ditepuk. Bila sudah ada pemain yang tertangkap dan digandeng oleh penjaga pos, tawanan dapat dibebaskan dengan cara memutuskan gandengan tangan mereka.
Kalimat Daruma-san ga koronda dapat diucapkan oleh penjaga pos dengan kecepatan dan irama yang berbeda-beda. Peserta sedapat mungkin dibuat agar tidak bisa menebak saat Daruma-san ga koronda selesai diucapkan, dan merasa terlalu berbahaya untuk bergerak.
Permainan serupa di Korea menggunakan kalimat bahasa Korea, Mugunghwa kkoci pieot seumnida (arti: Bunga Mugung sudah mekar). Di beberapa daerah di Jepang, seperti di Kansai, kalimat Daruma-san ga koronda digantikan oleh kalimat lain dalam dialek setempat. Di negara-negara berbahasa Inggris, permainan serupa disebut Red Light, Green Light (lampu merah, lampu hijau). Permainan serupa Red Light, Green Light dikenal orang Perancis sebagai Un, deux, trois, soleil (Satu, dua, tiga, Matahari), dan dikenal orang Spanyol sebagai Un, dos, tres, chocolate inglés. Atau di Indonesia khususnya Jawa dihitung dengan angka jawa ( siji.loro,telu,papat...) hehehe (∩▂∩)
♥ Cara bermain :
Penjaga pos adalah seorang pemain yang kalah dalam janken. Pos jaga dapat berupa batang pohon atau dinding. Permainan dimulai pemain dari garis start yang ditentukan bersama. Para pemain berteriak, "Hajime no ippo" ("Langkah pertama"), dan meloncat satu langkah ke arah yang diingini, biasanya menuju ke arah penjaga pos.
Penjaga pos menghadap ke pos jaga ketika mengucapkan Daruma-san ga koronda, dan tidak dapat melihat pemain yang mendekatinya dari belakang. Para pemain berlari atau berjalan sedikit demi sedikit mendekati penjaga pos, ketika penjaga pos sedang meneriakkan kalimat Daruma-san ga koronda. Setelah suku kata terakhir selesai diucapkan, penjaga pos berbalik ke arah pemain, dan mencari pemain yang masih bergerak. Ketika penjaga pos sedang melihat, pemain harus menghentikan semua gerakan dan diam seperti patung. Bila ada pemain yang bergerak, penjaga pos menangkap pemain tersebut dengan mengucapkan namanya.
Peserta yang sudah tertangkap harus pergi ke pos sebagai tawanan, dan menunggu hingga dibebaskan. Tawanan pertama harus bergandengan sebelah tangan dengan penjaga pos, sementara sebelah tangan lainnya memegangi tawanan kedua. Begitu seterusnya hingga semua pemain tertangkap. Pemain lainnya dapat membebaskan pemain yang tertawan dengan cara menepuk gandengan tangan pemain tersebut sambil berteriak "Kitta!" ("Putus!"). Kecuali tawanan yang belum dibebaskan, semua bekas tawanan dalam "mata rantai" harus berlari menjauh dengan sekencang-kencangnya. Penjaga pos memerintahkan mereka untuk berhenti dengan mengucapkan kata "Stop!" Kepada pemain yang baru saja berhasil membebaskan tawanan, penjaga pos menanyakan jumlah langkah yang boleh dilakukannya. Berdasarkan jawaban pemain (biasanya antara 3 hingga 10 langkah), penjaga pos melangkahkan kaki lebar-lebar untuk mendekati para pemain. Pemain yang berada di dekatnya ditepuk untuk dijadikan penjaga pos yang baru.
3. AYATORI
Permainan ini dimainkan oleh anak perempuan. Tujuannya untuk membuat bentuk dengan string, menggunakan jari-jari Anda. Dua orang dapat bermain, atau Anda dapat melakukannya ayatori sendirian.
Ketika bersaing, satu pemain memegang tali dalam bentuk tertentu, dan yang lainnya mengambil string sementara membuat bentuk yang berbeda. Orang yang membuat kesalahan dan reruntuhan bentuk dimaksudkan kalah. Bentuk bisa dinikmati untuk keindahan ajaib mereka. Beberapa orang mencoba ayatori untuk membuat sesuatu yang akan mengejutkan teman-teman. contoh diatas melihatkan bagaimana cara membuat sapu, mudah kan...tapi awas tangannya "kejepreet " apaan tu kejepret... (╯▽╰)v hehe
4. OTEDAMA
Otedama [kantung kacang] dibuat dari perca kain yang dijahit menjadi kantung kecil. Kantung itu diisi dengan kacang azuki, beads, dsb. biasanya dimainkan oleh para gadis kecil. kantong-kantong itu dilempar ke udara lalu di tangkap lagi
♥ Cara bermain nya :
permainan ini disebut nage-dama. Melempar kkantung ke udara dengan satu tangan, dan ditangkap dengan tangan yang lain, dan dengan cepat dipindah ke tangan yang lain, seterusnya. Lalu tambahkan kantung yang dilempar dari 1 menjadi 2 menjadi 3, 4 dan 5. jika sudah ahli, coba lagi teknik yg lebih sulit yaitu melempar dan menangkap menggunakan 1 tangan saja.
Permainan ini secara umum dianggap permainan anak perempuan.permainan ini disebut Ohajiki. Permainan ini sama seperti kelereng,bedanya bentuk kelerengnya guys ada yang pipih ada yg bulet kayak kelereng kita.
Pemain bergiliran membolak-kecil, potongan berbentuk koin yang disebut ohajiki dengan jari-jari mereka, memukul bagian lain. Dulu permainan ini menggunakan batu kerikil, atau potongan dari permainan lain, sekarang potongan-potongannya terbuat dari kaca. Ketika bermain, membuat lingkaran dengan ibu jari dan jari telunjuk (atau jari tengah), kemudian disentikkan satu bagian dengan ibu jari Anda.
6. ORIGAMI
Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula sejak kertas diperkenalkan pada abad pertama di zaman Tiongkok kuno pada tahun 105 Masehi oleh Ts'ai Lun. Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. Contoh-contoh awal origami yang berasal dari Tiongkok adalah tongkang (jung) dan kotak.Pada abad ke-6, cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. Pada tahun 610 di masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka), seorang biksu Buddha bernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta.Origami pun menjadi populer di kalangan orang Jepang sampai sekarang terutama dengan kertas lokal Jepang yang disebut Washi.
7. Kendama
Cara bermain :
8. Uta Garuta
Permainan ini terdaftar di bawah kategori permainan perkataan dan kartu. Dan Uta Garuta ternyata memiliki peraturan Nasional lho...wow...
Setiap katunya mempunyai puisi, atau sebahagian darinya, yang tertuliskan di kartu dengan jumlah seratus puisi di permainan ini. Puisi ini dipilih oleh Fujiwari no Teika, seorang penyair pada zaman Heinan, walaupun dia tidak bertanggungjawab atas membuat permainan ini. (~ ̄▽ ̄)
sc: http://yuribe.blogspot.com/2012/05/permainan-tradisional-jepang.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar