Pengertian Komunikasi
Pengertian komunikasi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa
Indonesia) adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang
atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Arti komunikasi yang
singkat adalah kontak atau hubungan.
Dalam dunia teknik sipil dibutuhkan koordinasi antara
konsultan, kontraktor, dan pihak-pihak yang terkait dalam suatu proyek.
Sewaktu-waktu ketika terdapat sesuatu yang menyimpang dari rencana, maka
pengawasan dan pengendalian proyek sangat diperlukan agar kejadian-kejadian
yang menghambat tercapainya tujuan proyek dapat segera diselesaikan dengan
baik. Pengawasan (supervising) adalah suatu proses pengevaluasian atau
perbaikan terhadap pelaksanaan kegiatan dengan pedoman pada standar dan
peraturan yang berlaku dengan bertujuan agar hasil dari kegiatan tersebut
sesuai dengan perencanaan proyek. Pengendalian (controlling) adalah usaha yang
sistematis untuk menentukan standart yang sesuai dengan sasaran perencanaan,
merancang system informasi, membandingkan pelaksanaan dengan standart,
menganalisis kemungkinan adanya penyimpangan antara pelaksanaan dan standart,
kemungkinan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan agar sumber daya
digunakan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran.
Komunikasi sendiri terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Komunikasi
dalam Organisasi
Komunikasi organisasi terjadi di dalam organisasi maupun
antarorganisasi, bersifat formal maupun informal. Semakin formal sifatnya,
semakin terstruktur pesan yang disampaikan. Komunikasi formal adalah komunikasi
menurut struktur organisasi: komunikasi ke atas, ke bawah, maupun horizontal.
Sedangkan komunikasi informal adalah yang terjadi di luar struktur organisasi.
Karenanya, komunikasi organisasi melibatkan komunikasi kelompok, komunikasi
antarpribadi, komunikasi intrapribadi, dan terkadang komunikasi publik juga
muncul di dalamnya.
2. Komunikasi
Massa
Komunikasi massa melibatkan jumlah komunikan yang banyak,
tersebar dalam area geografis yang luas, namun punya perhatian dan minat
terhadap isu yang sama. Karena itu, agar pesan dapat diterima serentak pada
waktu yang sama, maka digunakan media massa seperti surat kabar, majalah,
radio, atau televisi. Dalam tataran komunikasi ini, komunikator dan komunikan
serta antarkomunikan relatif tidak saling kenal secara pribadi, anonim, dan
sangat heterogen. Komunikator dapat berbentuk organisasi (misal, tim redaksi,
atau LSM yang menyatakan protes terhadap sesuatu). Pesan pesannya relatif
bersifat umum, disampaikan secara serentak dan sangat terstruktur. Dalam
komunikasi massa, umpan balik relatif tidak ada atau bersifat tunda.
Komunikator cenderung sulit mengetahui umpan balik komunikan dengan segera.
Untuk mengetahuinya, maka biasanya harus dilakukan survei atau penelitian. Di
dalam komunikasi massa terjadi pula komunikasi organisasi, komunikasi kelompok
besar atau pun kecil, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi intrapribadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar